Dosen Geografi FKIP USK Melaksanakan Pengabdian

Revolusi Industri 4.0 memberikan dampak dan transformasi yang sangat signifikan dalam berbagai aspek. Salah satu karakteristik utama dari Industri 4.0 adalah tersedianya big data yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan dan analisis. Gampong sebagai unit administrasi terkecil dari pemerintahan tidak luput dari perkembangan revolusi industry ini. Salah satu wujud dari kesiapan gampong dalam menghadapi Industri 4.0 adalah tersedianya Big Data dalam wujud peta Desa.

Dalam UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, disebutkan perlunya penetapan dan penegasan batas daerah, dalam hal ini propinsi dan kabupaten/kota. Sebagai implementasi penetapan dan penegasan batas daerah di kabupaten/kota, hal serupa juga perlu dilakukan untuk wilayah desa. Peraturan terbaru adalah UU nomor 6 tahun 2014 pasal 8 ayat 3 butir f menyatakan bahwa batas wilayah Desa yang dinyatakan dalam bentuk Peta Desa yang telah ditetapkan dalam peraturan Bupati/Walikota

Melihat kondisi demikian, sangat diperlukan dilakukannya pembuatan peta baru dan terkini, sehingga dengan dimilikinya Peta Desa maka aparat desa dapat mengetahui batas wilayah desa, mengidentifikasi dan inventarisasi potensi atau aset desa sebagai langkah awal untuk perencanaan pemberdayaan potensi yang dimiliki desa. Selain itu, dengan Peta Desa, dapat diketahui pula hal-hal yang dapat menjadi kendala dalam upaya pemberdayaan potensi tersebut, sehingga dapat dilakukan langkah penyelesaiannya. Desa seringkali tidak mengetahui secara pasti batas wilayahnya. Padahal batas wilayah antar desa bersebelahan merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi dan inventarisasi aset yang dimiliki

Gampong Lambaro Skep merupakan sebuah gampong yang berada di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Dalam tujuan untuk memudahkan dalam pembangunan Gampong pembuataan peta sangat dibutuhkan. Hasil wawancara dengan beberapa tokoh masyarakat Gampong Lambaro Skep diperoleh informasi bahwa mereka memiliki kendala dalam proses pengembangan wilayahnya dikarenakan belum adanya peta administrasi terbaru sebagai pedoman terhadap batas-batas wilayah dari Gampong mereka.

Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Keguruaan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala memiliki tujuan menghasilkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penerapan dan penyebarluasan geografi. Peta menjadi media utama dari ilmu geografi. Berangkat dari latarbelakang di atas Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah bersedia mengatasi permasalahan yang dihadapi Gampong Lambaro Skep dengan membuat Foto Udara Gampong beserta Peta Pengunaan Lahan.

M. Hafizul Furqan, S.Pd, M.Pd sebagai team Leader dibantu oleh Kepala Laboratorium Dr. Mirza Desfandi, S.Pd, M.Soc.Sc dan turut serta melibatkan mahasiswa jurusan pendidikan geografi. pengabdian ini berlangsung selama 1 bulan, dimulai pada tanggal 20 Januari 2020 berakhir pada 20 Febuari 2020.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.